Minggu, 15 Juni 2014

Menggunakan Pertanyan Secara Efektif


Menggunakan Pertanyan Secara Efektif.
  1. Ajukan pertanyaan berbasis fakta sebagai entri untuk masuk ke pertanyan berbasis pemikiran. Misalnya, dalam mengajarkan polusi lingkungan, guru bisa mengajukan pertanyaan berbasis fakta seperti “ apa tiga jenis polusi lingkungan?” kemudian dia dapat melanjutkan pertayaan dengan berbasis pemikiran: “strategi apa yang bisa digunakan dalam mengurangi ketiga jenis polusi lingkungan itu ?” jangan terlalu banyak mengajukan pertanyaan berbasis fakta, karena pertanyaanini cendrung menghasilkan pembelajaran tanpa pemikiran mendalam. 
  2. Hindari pertanyaan dengan jawaban ya/tidak. Pertanyaan ya/tidak hanya digunakan sebagai pendahuluan pertanyaan yang lebih mendalam. Misalnya, adlah tidak baik jika mengajukan banyak pertanyaan seperti “ apakah polusi lingkungan menyebabkan banyak ikan mati di danau ?” jangan banyak mengajukan banyak pertanyaan seperti ini.gunakan sesekali sebagai pemanasan untuk pertanyaan yang lebih mendalam seperti “ bagaimana polusi itu dapat membunuh ikan ?”  “mengapa perusahaan itu mencemarkan danau ?” “ apa yang bisa dilakukan untuk membersihkan lingkungan yang tercemar ?”
  3. Beri waktu murid untuk memikirkan jawaban. Seringkali guru mengajukan pertanyaan tetapi tidak memberika banyak waktu untuk berpikir. Dalam satu studi, guru hanya menunggu rata-rata sedetik meminta jawaban murid (rowe,1986). Dalam studi yang sama, guru hanya mau menunggu rata-rata sedetik sebelum guru membri jawaban sendiri. Intrusi seperti ini tidak member kesempatan yang cukup bagi murid untuk menyusun jawaban. Dalam studi ini, guru kemudian diminta meluangkan sekitar 3 sampai 5 detik untuk menunggu jawaban. Peningkatan waktu tunggu ini menghasilkan perbaikan dalam jawaban, dan membuat murid lebih baik dalam menarik kesimpulan dalam materi dan membuat mereka lebih inisiatif. Menunggu 3 sampai 5 detik atau lebih mungkin tidak semudah yang kita bayangkan; kita butuh latihan. Tetapi murid anda akan mendapat banyak manfaat jika diberi kesempatan memikirkan dan menyusun jawaban.
  4. Ajuakn pertanyaan yang jelas, ada tujuannya, dan runtut. Jagan ajukan pertanyaan yang kabur. Fokuskan pertanyaan pada pelajaran yang dipelajari. Rencanakn terlebih dahulu sehingga pertanyaan anda berkaitan denga topic yang sedang dupelajari. Jika pertanyaan anda terlalu panjang, kemungkinan murid akan bingung. Jadi lebih baik ajukan yang singkat. Suatu pertanyaan yang membuat murid untuk mengikuti jalur logika untuk menjawabnya dan mengintegrasikan pertanyaan itu dengan materi yang telah didiskusikan sebelum pendah ke topic lain (Grossier,1964). 
  5. Pantau bagaimana respon anda terhadap jawaban murid. Apa yang anda lakukan setelah murid menjawab pertanyaan anda? Banyak guru yang hanya merespons “oke”, atau “baik” ( Sadker & Sadker, 1986). Akan lebih baik jika responnya lebih dari itu. Anda bisa menggunakan jawaban murid sebagai basis untuk pertanyaan selanjutnya dan melibatkan murid dalam dialog. Beri tanggapan yang disesuaikan dengan level pengetahuan dan pemahaman murid.
  6. Ketahuilah kapan sebaiknyamengajukan pertanyaan untuk seluruh kelas dan kapan untuk seorang murid. Mengajukan pertanyaan untuk kelas berarti semua murid di kelas boleh menjwab. Bertanya kepada murid tertentu berarti murid lain tidah harus menjawab. Beberapa alasan untuk membrikan pertanyaan kepada murid tertentu adalah (Grossier, 1964): (1) untuk menarik perhatian anak yang tidak memperhatikan pelajaran;(2) untuk mengajukan pertanyaan lanjutan dari seseorang yang baru saj menjawab;(3) untuk mengajak seorang murid yang jarang menjawab pertanyaan diajukan pertanyaan untuk seluruh kelas. Jangan biarkan sekelompok kecil murid mendominasi jawaban. 
  7. Dorong murid untuk mengajukan pertanyaan. Puji mereka bisa mengajukan pertanyaan yang baik. Tanyakan kepada mereka “bagaimana?” dan “ mengapa?” dan dorong mereka untuk mengajukan pertanyaan “ bagaimana?” dan “mengapa?”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar